LINUX ALA WINDOWS XP

Windows XP di Desktop Linux

Urusan bermigrasi dari Windows XP ke Linux akan lebih mudah dilakukan jika menggunakan desktop yang mirip atau serupa di Linux. Salah satu distro yang dapat memenuhi hal ini adalah OmniaXP.

Salah satu kendala yang kerap dikeluhkan user saat akan beralih ke Linux adalah proses adaptasi user terhadap tampilan desktop yang terdapat di Linux. Meski secara tampilan dan penggunaan tidak terlalu susah, namun kerap kali user yang baru akan beralih ke Linux mengeluhkan perbedaan penggunaan desktop Linux dan desktop Windows.

Untuk menangani permasalahan ini, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan menginstalasikan distro OmniaXP, distro berbasis Debian Lenny yang memiliki tampilan desktop ala Windows XP, plus desktop yang ringan dan tidak terlalu membutuhkan resource yang tinggi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai OmniaXP, simak penjelasan berikut.

Instalasi OmniaXP

Berikut sejumlah langkah untuk menginstalasikan OmniaXP.

  1. Burn file iso OmniaXP yang terdapat pada direktori “DVD1-IL062009/distro/omniaxp1.1/omnia1.1_en.-iso”dengan aplikasi burning favorit anda.
  2. Ubah urutan pertama BIOS agar dapat boot dari CD-ROM. Setelah itu simpan, dan tekan Enter pada saat tampil halaman awal OmniaXP.
  3. Setelah masuk ke halaman awal OmniaXP, tekan Enter untuk masuk ke halaman desktop OmniaXP.
  4. Dari halaman desktop OmniaXP, jalankan aplikasi terminal dari menu Start | Accessories | Terminal.
  5. Untuk memulai proses instalasi OmniaXP, login sebagai root dengan menggunakan perintah su -, lalu jalankan perintah remastersys-installer untuk memulai proses instalasi OmniaXP.

$ su –

# remastersys-installer

  1. Pada saat tampil halaman awal instalasi OmniaXP, klik Yes untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya.
  2. Pada halaman pendeteksian harddisk yang akan digunakan untuk melakukan instalasi. Dalam contoh ini, harddisk yang terdeteksi adalah /dev/sda dengan kapasitas +/- 15 GB.
  3. Berikutnya kita akan mempersiapkan partisi harddisk yang akan digunakan untuk melakukan instalasi. Dalam contoh ini harddisk dalam kondisi kosong, dan kita akan membuat partisi root dan partisi swap.
  4. Untuk membuat partisi root, lakukan langkah berikut:
  • Pilih pada harddisk yang akan dibuat sebagai partisi root, lalu pilih New.
  • Pada pilihan pembuatan partisi tersebut primary/logical, pilih primary sebagai pilihannya.
  • Tentukan besar partisi yang akan digunakan untuk partisi root. Dalam contoh ini, besar partisi yang akan digunakan sekitar +/- 14GB.
  • Berikutnya, tentukan tipe partisi yang akan digunakan sebagai partisi root. Pilih partisi root yang telah dibuat, lalu pilih Tab Type.
  • Pada pilihan Enter filesystem type, isikan dengan 83<linux ext3>, lalu tekan Enter.
  • Buat juga sebagai partisi bootable, dengan memilih partisi root tersebut, lalu pilih Bootable.

10.   Untuk membuat partisi swap, lakukan langkah berikut:

  • Pilih pada harddisk yang akan dibuat sebagai partisi swap, lalu pilih New.
  • Buat partisi sisa/free space yang ada untuk dibuat sebagai partisi swap. Dalam contoh ini, kita akan membuat partisi swap sebesar +/- 1GB.
  • Berikutnya, tentukan tipe partisi yang akan digunakan sebagai partisi swap. Pilih partisi swap yang telah dibuat, lalu pilih Tab Type.
  • Pada pilihan Enter filesystem type, isikan dengan 82<linux swap>, lalu tekan Enter.

11.  Setelah membuat partisi root dan partisi swap, pilih Tab Write untuk memformat       partisi root  dan partisi swap yang telah dibuat.

12.  Pada wizard selanjutnya, Anda akan ditanya partisi swap dan partisi root yang akan digunakan. Arahkan ke partisi root dan partisi swap yang telah dibuat pada langkah sebelumnya.

13.  Pada halaman pengisian hostname, isikan dengan nama hostname yang akan digunakan.

14.  Pada halaman instalasi grub, pilih mbr untuk menginstalasikan grub ke mbr.

15.  Pada pemilihan timezone arahkan ke zona waktu tempat anda berada. Dalam contoh ini dipilih Asia/Jakarta.

16.  Proses instalasi akan segera berlangsung. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi selesai dilakukan.

17.  Setelah proses instalasi selesai, akan tampil halaman wizard untuk me-reboot sistem komputer. Pilih Yes, dan komputer akan segera di-restart.

18.  Selesai komputer di-restart, pada option Grub boot loader, default boot akan diarahkan ke Debian GNU/Linux. Tekan Enter untuk segera boot ke OmniaXP.

19.  Tunggu beberapa saat, dan anda akan segera menikmati desktop OmniaXP.

Tip dan Trik OmniaXP

Berikut sejumlah tip dan trik yang dapat dilakukan setelah proses instalasi OmniaXP selesai dilakukan.

Membuat user baru

Secara default, OmniaXP menggunakan default user. omnia, dan password: omnia. Jika ingin menggunakan user lain, Anda dapat melakukan langkah berikut:

  1. Login sebagai root. Setelah masuk sebagai user root, buat direktori sementara untuk memindahkan isi file yang terdapat di folder /etc/skel. Selanjutnya copykan seluruh file konfigurasi desktop user omniaxp ke folder /etc.skel.

$ su –

# mkdir –p /root/backup

# mv .* /root/backup

  1. Berikutnya copykan seluruh file konfigurasi yang terletak di folder /home/omnia ke folder /etc/skel.

# cp –rf /home/omnia/ .* /etc/skel

  1. Lanjutkan dengan pembuatan user yang anda inginkan. Untuk memulai pembuatan user, ketikkan perintah  berikut:

# adduser [nama-user]

Misal, user yang ingin dibuat adalah cihuy. Maka, anda cukup mengetikan perintah berikut:

# adduser cihuy

  1. Proses pembuatan user selesai. Untuk login ke dalam user yang telah dibuat, anda dapat berpindah user dengan memilih menu Start | Log Out omnia. Saat tampil halaman untuk log out this system now, pilih option Switch User.
  2. Setelah logout dan tampil halaman GDM, kini anda login dengan username dan password yang telah anda buat.

Instalasi paket extras OmniaXP

Agar desktop OmniaXP menjadi lebih nyaman untuk digunakan, instalasikan paket extras OmniaXP.

  1. Masukkan DVD infoLINUX 06/2009 ke dalam DVD-ROM drive, kemudian pindah ke direktori paket extras OmniaXP yang terdapat pada direktori “DVD1-ILO06/2009/EXTRAS/omniaxp-1.1”.
  2. Setelah berada pada direktori tersebut , copy file DEB.tar.gz yang terdapat pada direktori tersebut ke home directory anda, lalu lakukan proses instalasi dengan perintah berikut:

# dkpg –i *.deb

  1. Instalasi paket OmniaXP extras selesai. Kini anda dapat memutar musik dengan Audacious atau Rhythmbox, menonton video dengan VLC dan sebagainya.

Mount partisi NTFS

Jika komputer anda terinstalasi secara dual boot (sebagai contoh: OmniaXP dengan Windows XP), anda dapat memount partisi Windows XP yang berbasis NTFS di OmniaXP dengan langkah berikut:

  1. Lakukan proses instalasi paket extras OmniaXP sesuai dengan petunjuk sebelumnya.
  2. Tentukan letak partisi NTFS yang ingin di akses. Untuk melakukan hal ini, anda dapat menggunakan perintah fdisk -1.

# fdisk -1

  1. Berikutnya, buat direktori untuk meletakkan hasil mount device NTFS tersebut (dalam contoh ini /dev/hda5), ke suatu direktori (dalam contoh ini /media/DATA sebagai direktori mount point /dev/hda5).

# mkdir –p /media/DATA

  1. Tambahkan parameter berikut di file /etc/fstab.

/dev/hda5 /media/DATA ntfs-3g

Defaults,locale=en_US.utf8 0 0

  1. Simpan hasil perubahan file /etc/fstab diatas, lalu reboot PC atau lakukan proses mount partisi tersebut.

# mount -a

  1. Partisi NTFS kini sudah dapat diakses (dibaca/ditulis).

Demikian pembahasan kali ini semoga bermanfaat. Dengan menggunakan OmniaXP, diharapkan user awam menjadi lebih tertarik menggunakan Linux.

Selamat mencoba !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: